Minggu, 16 Februari 2014

Laporan Ekologi


Nama
Vella N. D


Kelas
Biologi-A
Kelompok
III (Tiga)


JUDUL      :     Survei dan Diskripsi Populasi Tumbuhan
TUJUAN       
  1. Mempelajari sampling dengan plot bujursangkar dan transek sabuk untuk mengetahui jumlah dan struktur anggota populasi.
  2. Memberikan keterampilan dasar dalam melakukan survey dan mendeskripsikan status sebuah populasi di alam.
METODE   
  1. Alat tulis, tali rafia, pita ukur (meteran gulung) dan sebuah kompas disediakan oleh seluruh kelompok.
  2. Buat sebuah plot berukuran 20 x 20 m dibuat dan dibagi menjadi 100 subplot berukuran 2 x 2 m. Kompas digunakan agar sebisa mungkin sisi-sisi plot menghadap mata angina (utara,barat,selatan dan timur).
  3. Pada plot A dan plot B diberi nomor urut (mulai 1, 2, 3 dan seterusnya hingga 100) untuk masing-masing subplot (mulai dari subplot paling kiri ‘atas’).
  4. Untuk plot A dan B sampling dilakukan secara :
a.       Sistematik  dengan nomor ( 3, 13, 23, 33, 43, 53, 63, 73, 83 )
b.      Acak dengan nomor ( 9, 13, 23, 35, 43, 53, 62, 74, 84, 90 )
c.       Transek dengan nomor ( 3, 18, 21, 22, 23, 24, 25, 26, 27, 28, 29, 30, 38, 43, 58, 63, 78, 83, 98 )
  1. Diestimasi jumlah anggota populasi, ditabulasikan hasil perhitungan, dan dibuat rata-rata dari masing-masing.
HASIL
PERHITUNGAN METODE SAMPLING
Plot A                                                                                        
a)Sampling secara Sistematik
o   Pohon
   N = (jumlah sampel/jumlah plot) x 100 x 0,04
       = (6/10) x 100 x 0,04
       =  2/ha
o Pancang
   N = (jumlah sampel/jumlah plot) x 100 x 0,04
       = (8/10) x 100 x 0,04
       =  3/ha
o   Anakan
   N = (jumlah sampel/jumlah plot) x 100 x 0,04
       = (58/10) x 100 x 0,04
       =  23/ha
b)      Sampling secara Acak
o   Pohon
   N = (jumlah sampel/jumlah plot) x 100 x 0,04
       = (8/10) x 100 x 0,04
       =  3/ha
o Pancang
   N = (jumlah sampel/jumlah plot) x 100 x 0,04
       = (14/10) x 100 x 0,04
       =  6/ha
o Anakan
   N = (jumlah sampel/jumlah plot) x 100 x 0,04
       = (88/10) x 100 x 0,04
       =  35/ha
c)      Sampling menggunakan Transek Sabuk
o   Pohon
   N = (jumlah sampel/jumlah plot) x 100 x 0,04
       = (12/20) x 100 x 0,04
       =  2/ha
o   Pancang
   N = (jumlah sampel/jumlah plot) x 100 x 0,04
       = (21/20) x 100 x 0,04
       =  4/ha
o   Anakan
   N = (jumlah sampel/jumlah plot) x 100 x 0,04
       = (116/20) x 100 x 0,04
       =  23/ha


Plot B
a)         Sampling secara Sistematik
o  Pohon
   N = (jumlah sampel/jumlah plot) x 100 x 0,04
       = (3/10) x 100 x 0,04
       =  1/ha
o Pancang
   N = (jumlah sampel/jumlah plot) x 100 x 0,04
       = (40/10) x 100 x 0,04
       =  16/ha
o   Anakan
   N = (jumlah sampel/jumlah plot) x 100 x 0,04
       = (91/10) x 100 x 0,04
       =  36/ha
b)            Sampling secara Acak
o  Pohon
   N = (jumlah sampel/jumlah plot) x 100 x 0,04
       = (8/10) x 100 x 0,04
       =  3/ha
o Pancang
   N = (jumlah sampel/jumlah plot) x 100 x 0,04
       = (54/100) x 100 x 0,04
       =  21/ha
o Anakan
   N = (jumlah sampel/jumlah plot) x 100 x 0,04
       = (81/10) x 100 x 0,04
       =  32/ha
c)            Sampling menggunakan Transek Sabuk
o  Pohon
   N = (jumlah sampel/jumlah plot) x 100 x 0,04
       = (4/20) x 100 x 0,04
       =  1/ha
o  Pancang
   N = (jumlah sampel/jumlah plot) x 100 x 0,04
       = (114/20) x 100 x 0,04
       =  46/ha
o  Anakan
   N = (jumlah sampel/jumlah plot) x 100 x 0,04
       = (172/20) x 100 x 0,04
       =  34/ha

                                                                                                    
PEMBAHASAN
Banyak dari pola yang dipakai banyak orang untuk mensurvei serta mendeskripsikan suatu populasi. Menurut Krebs(1998), alasan lain untuk mengetahui pola-pola tersebut ialah dapat membantu dalam mengambil keputusan tentang metode apa yang akan digunakan untuk mengestimasi kepadatan atau kelimpahan suatu populasi. Pada hasil estimasi diperoleh hasil data yang berbeda–beda dengan bentuk metode yang berbeda-beda pula. Hal ini bukan dikarenakan cara samplingnya, tetapi disebabkan oleh tidak meratanya sebaran populasi yang dijadikan sampling dalam praktikum. Selain itu, perbedaan nilai ini juga disebabkan karena pada tiap metode, populasi yang disurvei dan dideskripsikan berbeda-beda, dan juga jumlah spesies yang diamati pada tiap populasi juga berbeda-beda sehingga pada saat pengolahan data diperoleh hasil yang berbeda, perbedaan ini juga mungkin diperoleh karena pada tiap metode memilki  tingkat keakuratan yang berbeda pula, metode yang yang tepat untuk melakukan survey populasi adalah metode transek karena cara pengambilan sampelnya lebih terstruktur dan lebih mudah dilakukan karena kerangka populasinya sudah tersedia. Dari data, pada plot A dan plot B didapatkan sebaran acak(random) yang berarti tiap individu dari pohon, pancang, dan anakan berpencar. Struktur populasinya akan sama apabila disurvei dengan metode sampling yang berbeda. Karena akan tetap menghasilkan data dimana anakan lebih banyak dari pancang begitu juga pancang akan lebih banyak dari pohon, dan jika ditinjau dari perbedaan estimasinya maka hasilnya akan tetap sama juga apabila sebaran populasinya tidak merata. Karena struktur poulasinya acak maka dapat digambarkan bahwa kondisi lingkungan seragam, tidak ada kompetisi antar individu anggota populasi, dan masing-masing individu tidalk memiliki kecenderungan untuk memisahkan diri.(Indriyanto,2006)
 Disimpulkan, bahwa struktur populasi dipengaruhi oleh sebaran populasi dan sebaran populasi dipengaruhi oleh lingkungan. Jadi, metode yang tepat untuk melakukan survey populasi adalah metode transek karena cara pengambilan sampelnya lebih terstruktur serta lebih mudah dilakukan karena kerangka populasinya dan dikarenakan metode sampling ini dilakukan dengan dua segmen yaitu vertikal dan horizontal.


KESIMPULAN
·        Struktur populasi dipengaruhi oleh sebaran populasi dan sebaran populasi dipengaruhi oleh lingkungan.
·        Metode transek adalah metode yang paling tepat untuk melakukan survei karena pada metode ini cara pengambilan sampelnya lebih mudah karena kerangka populasinya sudah tersedia, dan juga data yang dihasilkan melalui metode transek sudah mendekati sama data yang sebenarnya yang diperoleh pada saat di lapangan.
·      Metode transek merupakan metode yang tepat untuk melakukan survei karena metode ini cara pengambilan sampelnya dilakukan  dengan dua segmen yaitu vertikal dan horizontal.
RUJUKAN
Indriyanto, Ir. 2006. Ekologi Hutan. Jakarta : Bumi Aksara.
Irwan, D. 2003. Prinsip-prinsip Ekologi dan Organisasi Ekologi Komunitas dan Lingkungan. Jakarta : Bumi Aksara.
Krebs, C.J. 1989. Ecological Methodology. New York : Harper Collins Publisher, Inc.
Lynch, TB; Rusydi, R. 1999. Jarak Sampling Untuk Hutan Persediaan di Perkebunan Jati Indonesia. Jakarta : Erlangga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ZAT DAN KARAKTERISTIKNYA

Zat adalah sesuatu yang menempati ruang dan memiliki massa. Berdasarkan wujudnya, zat dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu zat padat, cair da...