Nama
|
Vella N. D
|
Kelas
|
Biologi-A
|
Kelompok
|
III
(Tiga)
|
JUDUL :
Survei dan Diskripsi Populasi Tumbuhan
|
|
TUJUAN
|
|
METODE
a. Sistematik dengan nomor ( 3, 13, 23, 33, 43, 53, 63,
73, 83 )
b. Acak
dengan nomor ( 9, 13, 23, 35, 43, 53, 62, 74, 84, 90 )
c. Transek
dengan nomor ( 3, 18, 21, 22, 23, 24, 25, 26, 27, 28, 29, 30, 38, 43, 58, 63,
78, 83, 98 )
|
|
HASIL
PERHITUNGAN
METODE SAMPLING
Plot A
a)Sampling
secara Sistematik
o
Pohon
N = (jumlah
sampel/jumlah plot) x 100 x 0,04
=
(6/10) x 100 x 0,04
= 2/ha
o
Pancang
N = (jumlah sampel/jumlah plot) x 100 x
0,04
=
(8/10) x 100 x 0,04
= 3/ha
o
Anakan
N = (jumlah sampel/jumlah plot) x 100 x
0,04
=
(58/10) x 100 x 0,04
= 23/ha
b)
Sampling secara Acak
o
Pohon
N = (jumlah
sampel/jumlah plot) x 100 x 0,04
=
(8/10) x 100 x 0,04
= 3/ha
o
Pancang
N = (jumlah sampel/jumlah plot) x 100 x
0,04
=
(14/10) x 100 x 0,04
= 6/ha
o
Anakan
N = (jumlah sampel/jumlah plot) x 100 x
0,04
=
(88/10) x 100 x 0,04
= 35/ha
c)
Sampling menggunakan Transek Sabuk
o
Pohon
N = (jumlah
sampel/jumlah plot) x 100 x 0,04
=
(12/20) x 100 x 0,04
= 2/ha
o
Pancang
N = (jumlah
sampel/jumlah plot) x 100 x 0,04
=
(21/20) x 100 x 0,04
= 4/ha
o
Anakan
N = (jumlah
sampel/jumlah plot) x 100 x 0,04
=
(116/20) x 100 x 0,04
= 23/ha
Plot B
a)
Sampling secara Sistematik
o
Pohon
N = (jumlah
sampel/jumlah plot) x 100 x 0,04
=
(3/10) x 100 x 0,04
= 1/ha
o
Pancang
N = (jumlah sampel/jumlah plot) x 100 x
0,04
=
(40/10) x 100 x 0,04
= 16/ha
o
Anakan
N = (jumlah sampel/jumlah plot) x 100 x
0,04
=
(91/10) x 100 x 0,04
= 36/ha
b)
Sampling secara Acak
o
Pohon
N = (jumlah sampel/jumlah
plot) x 100 x 0,04
=
(8/10) x 100 x 0,04
= 3/ha
o
Pancang
N = (jumlah sampel/jumlah plot) x 100 x
0,04
=
(54/100) x 100 x 0,04
= 21/ha
o
Anakan
N = (jumlah sampel/jumlah plot) x 100 x
0,04
=
(81/10) x 100 x 0,04
= 32/ha
c)
Sampling menggunakan Transek Sabuk
o
Pohon
N = (jumlah
sampel/jumlah plot) x 100 x 0,04
=
(4/20) x 100 x 0,04
= 1/ha
o
Pancang
N = (jumlah
sampel/jumlah plot) x 100 x 0,04
=
(114/20) x 100 x 0,04
= 46/ha
o
Anakan
N = (jumlah
sampel/jumlah plot) x 100 x 0,04
=
(172/20) x 100 x 0,04
= 34/ha
|
|
PEMBAHASAN
Banyak
dari pola yang dipakai banyak orang untuk mensurvei serta mendeskripsikan
suatu populasi. Menurut Krebs(1998), alasan lain untuk mengetahui pola-pola
tersebut ialah dapat membantu dalam mengambil keputusan tentang metode apa
yang akan digunakan untuk mengestimasi kepadatan atau kelimpahan suatu
populasi. Pada hasil estimasi diperoleh hasil data yang berbeda–beda dengan
bentuk metode yang berbeda-beda pula. Hal ini bukan dikarenakan cara samplingnya,
tetapi disebabkan oleh tidak meratanya sebaran populasi yang dijadikan
sampling dalam praktikum. Selain itu, perbedaan nilai ini juga disebabkan
karena pada tiap metode, populasi yang disurvei dan dideskripsikan
berbeda-beda, dan juga jumlah spesies yang diamati pada tiap populasi juga
berbeda-beda sehingga pada saat pengolahan data diperoleh hasil yang berbeda,
perbedaan ini juga mungkin diperoleh karena pada tiap metode memilki tingkat keakuratan yang berbeda pula,
metode yang yang tepat untuk melakukan survey populasi adalah metode transek
karena cara pengambilan sampelnya lebih terstruktur dan lebih mudah dilakukan
karena kerangka populasinya sudah tersedia. Dari data, pada plot A dan plot B
didapatkan sebaran acak(random) yang berarti tiap individu dari pohon,
pancang, dan anakan berpencar. Struktur populasinya akan sama apabila disurvei dengan metode sampling
yang berbeda. Karena akan tetap menghasilkan data dimana anakan lebih banyak
dari pancang begitu juga pancang akan lebih banyak dari pohon, dan jika
ditinjau dari perbedaan estimasinya maka hasilnya akan tetap sama juga
apabila sebaran populasinya tidak merata. Karena struktur poulasinya acak maka dapat
digambarkan bahwa kondisi lingkungan seragam, tidak ada kompetisi antar
individu anggota populasi, dan masing-masing individu tidalk memiliki
kecenderungan untuk memisahkan diri.(Indriyanto,2006)
Disimpulkan, bahwa struktur populasi dipengaruhi oleh sebaran populasi
dan sebaran populasi dipengaruhi oleh lingkungan. Jadi, metode
yang tepat untuk melakukan survey populasi adalah metode transek karena cara
pengambilan sampelnya lebih terstruktur serta lebih mudah dilakukan karena
kerangka populasinya dan dikarenakan
metode sampling ini dilakukan dengan dua segmen yaitu vertikal dan horizontal.
|
|
KESIMPULAN
·
Struktur populasi dipengaruhi oleh sebaran populasi dan sebaran populasi
dipengaruhi oleh lingkungan.
·
Metode transek adalah metode yang
paling tepat untuk melakukan survei karena pada metode ini cara pengambilan
sampelnya lebih mudah karena kerangka populasinya sudah tersedia, dan juga
data yang dihasilkan melalui metode transek sudah mendekati sama data yang
sebenarnya yang diperoleh pada saat di lapangan.
· Metode
transek merupakan metode yang tepat untuk melakukan survei karena metode ini
cara pengambilan sampelnya dilakukan dengan dua segmen yaitu vertikal
dan horizontal.
|
|
RUJUKAN
Indriyanto, Ir. 2006. Ekologi Hutan. Jakarta : Bumi Aksara.
Irwan,
D. 2003. Prinsip-prinsip Ekologi dan
Organisasi Ekologi Komunitas dan Lingkungan. Jakarta : Bumi Aksara.
Krebs, C.J. 1989. Ecological Methodology. New York : Harper
Collins Publisher, Inc.
Lynch, TB; Rusydi, R. 1999. Jarak Sampling Untuk Hutan Persediaan di Perkebunan Jati Indonesia.
Jakarta : Erlangga.
|
|
Minggu, 16 Februari 2014
Laporan Ekologi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
ZAT DAN KARAKTERISTIKNYA
Zat adalah sesuatu yang menempati ruang dan memiliki massa. Berdasarkan wujudnya, zat dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu zat padat, cair da...
-
Zat adalah sesuatu yang menempati ruang dan memiliki massa. Berdasarkan wujudnya, zat dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu zat padat, cair da...
-
"Fading Flower" You got that walk walk walk Got that talk talk talk Got that swagger-er-er Such a glamour-our-our You...
-
Loa loa filariasis (juga dikenal sebagai loaiasis, Calabar swelling, Fugitive swelling, Tropical swelling dan A...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar