Ekskresi
berarti pengeluaran zat buangan atau zat sisa hasil metabolisme yang
berlangsung dalam tubuh organisme. Zat sisa metabolisme dikeluarkan dari tubuh
oleh alat ekskresi. Alat ekskresi atau ogan ekskresi mengatur konsentrasi ion
di dalam cairan tubuh agar kondisinya tetap stabil.
Ekskresi
melibatkan alat-alat khusus dan membentuk suatu sistem yang disebut sistem
ekskresi. Sistem ekskresi membantu memelihara homeostasis dengan tiga cara,
yaitu melakukan osmoregulasi, mengeluarkan sisa metabolisme, dan mengatur
konsentrasi sebagian besar penyusun cairan tubuh. Osmoregulasi merupakan
mekanisme tubuh untuk mengatur konsentrasi bahan terlarut dalam cairan sel atau
cairan tubuh.
Alat ekskresi pada serangga adalah pembuluh Malpighi, yaitu alat pengeluaran yang
berfungsi seperti ginjal pada vertebrata. Pembuluh Malphigi berupa kumpulan
benang halus yang berwarna putih kekuningan dalam jumlah banyak. Pembuluh Malpighi merupakan tabung kecil yang panjang dan
terletak dalam homosol serta tergenang di dalam darah. Bagian pangkal pembuluh
Malpighi melekat pada ujung anterior dinding usus dan bagian ujungnya menuju ke
homosol yang mengandung hemolimfa. Hemolimfa
adalah darah pada invertebrata dengan sistem peredaran darah terbuka.
Pembuluh malpighi merupakan pelipatan
keluar saluran pencernaan. Tubula
tersebut mensekresikan limbah bernitrogen dan garam dari hemolimfa, dan air
mengikuti zat-zat terlarut tersebut melalui osmosis.
Pembuluh
Malpighi bagian dalam tersusun oleh selapis sel epitel yang berperan dalam
pemindahan urea, limbah nitrogen, garam-garam, dan air dari hemolimfa ke dalam
rongga pembuluh.
Pada serangga, hasil
ekskresi berupa asam urat yang dikristalkan. Asam urat itu mengandung garam,
air, dan limbah bernitrogen. Asam urat yang diekskresikan
berbentuk padat bersama kotoran. Asam urat merupakan
sisa metabolisme yang mengandung nitrogen (sama dengan amonia) dan mempunyai
daya racun lebih rendah dibandingkan amonia, karena daya larutnya di dalam air
rendah.
Serangga tidak dapat mengekskresikan amonia dan
harus memelihara konsentrasi air di dalam tubuhnya. Amonia yang diproduksinya
diubah menjadi bahan yang kurang toksik yang disebut asam urat. Asam urat
berbentuk kristal yang tidak larut.
Serangga tergolong hewan urikotelik, yaitu
hewan-hewan yang mengekskresikan asam urat. Biasanya asam urat dikeluarkan oleh
hewan-hewan yang hidupnya sangat menghemat air, antara lain burung, reptil,
siput, dan juga serangga.
Proses Eksresi pada Serangga
Pembuluh Malpighi terletak di antara
usus tengah dan usus belakang. Darah mengalir lewat pembuluh Malpighi. Saat
cairan bergerak lewat bagian proksimal pembuluh Malpighi, bahan yang mengandung
nitrogen diendapkan sebagai asam urat, sedangkan air dan berbagai garam diserap
kembali biasanya secara osmosis dan transpor aktif. Asam urat dan sisa air
masuk ke usus halus, dan sisa air akan diserap lagi. Kristal asam urat dapat
diekskresikan lewat anus bersama dengan feses. Sebagian zat
sisa-sisa yang mengandung nitrogen dimanfaatkan untuk membentuk kitin pada
eksokeleton (rangka luar), dan dapat ikut dieksresikan sewaktu molting atau
pengelupasan kulit.
Pembuluh malpighi
merupakan alat pengeluaran yang berfungsi seperti ginjal. Serangga juga
mempunyai sistem trakea untuk mengeluarkan zat sisa hasil proses oksidasi
berupa karbon dioksida. Sistem trakea ini berfungsi seperti paru - paru.
Nitrogen merupakan zat sisa metabolisme yang sebagian digunakan kembali dalam
pembuatan zat kitin. Nitrogen yang sebagian lagi dibuang dalam bentuk asam urat
kering. Sedangkan garam-garam mineral, air dan zat penting lainnya oleh
hemolimfa akan diedarkan ke seluruh tubuh belalang.
Adanya kemampuan pembuluh Malpighi untuk
mensekresikan asam urat dan sedikitnya kehilangan cairan tubuh merupakan faktor
penting dalam adaptasi di lingkungan terestrial.
Di samping pembuluh Malphigi, serangga juga memiliki
sistem trakea untuk mengeluarkan zat sisa hasil oksidasi yang berupa CO2.
Sistem trakea ini berfungsi seperti paru-paru pada vertebrata.
Buangan zat sisi berua bau, pigemn itu seperti apa?
BalasHapushow lucky you are, Maulita1 Aku baru buka blog lagi setelah hampir 3 tahun mandek (malah curhat). Menjawab pertanyaan kamu -> jadi zat sisa (hasil ekskresi) dari serangga itu adalah berupa asam urat yang salah satu kandungan didalamnya adalah amonia (NH3) yang menimbulkan bau seperti bau urine (air kencing) dan pigmennya berwarna kekuningan
Hapus