Loa loa
filariasis (juga dikenal sebagai loaiasis, Calabar swelling, Fugitive swelling,
Tropical swelling dan Afrika eyeworm) penyakit mata yang disebabkan oleh cacing
nematoda, Loa loa dengan vektor yaitu
Lalat Crysops silaceae dan Crysops dimidiate. Daya hidup cacing ini berkisar antara 4 sampai 17 tahun dengan
distribusi yang terbatas pada hutan dan tepi hutan di daerah katulistiwa afrika
yang sering hujan.
Adapun yang menjadikan keunikan dari cacing Loa loa ini adalah, dimana selama
masa siklus pertumbuhannya bisa masuk ke dalam jaringan sklera mata, namun hal
ini tidak menyebabkan gangguan pada penglihatan dan menimbulkan ketidaknyaman pada penderitanya.
Contoh kasus di India :
Seorang
dokter di India berhasil menarik keluar cacing hidup sepanjang 13 cm dari mata
seorang pasien yang terus-menerus mengeluhkan rasa sakit.
Saat dokter
V. Seetharahman memeriksa pasien P.K. Krishna murthy dengan usia 75 tahun di
rumah sakit Fortis di Mumbai, ahli mata itu terkejut melihat ada mahluk parasit
yang menggeliat. Ia memutuskan untuk segera mengoperasi untuk mengeluarkan
cacing tersebut sebelum terjadi luka lain. Selama dua minggu, Krishnamurthy
menderita iritasi dan mata merah sebelum kemudian dokter melihat mahluk setipis
benang tersebut di bawah mikroskop.
Dokter spesialis ini kemudian
mengeluarkan cacing sepanjang 13 cm dengan sedikit membuka konjunktiva si
pasien. Operasi selama 15 menit ini dilihat langsung oleh istri pasien yang
ketakutan, Saraswati. Cacing 13 cm yang
diangkat dari mata pasien. Setelah
diangkat, cacing itu sempat hidup selama 30 menit setelah operasi, dan kemudian
dikirim ke bagian mikrobiologi rumah sakit tersebut untuk identifikasi.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar