Pneumonia
Pneumosistis atau Pneumositosis adalah
penyakit radang paru-paru yang disebabkan oleh P. jirovecii. P. jirovecii merupakan salah satu jamur yang
termasuk dalam golongan yeast (khamir) karena mempunyai dinding sel yang
ultrastrukturnya mirip dengan jamur, mempunyai mitokondria dengan krista
berbentuk lamelar dan bentuk kistanya mempunyai badan intrakista yang menyerupai
askospora yang dibentuk oleh Ascomycetes. P. jirovecii
adalah jamur yang menyebabkan penyakit pneumocystis pneumonia pada pasien yang
mempunyai sistem imun yang lemah. Jamur ini sering dianggap sebagai
protozoa, tetapi menurut analisis biokimia dan menurut kompisisi asam nukleat
pada rRNA dan DNA mitokondria.
Secara morfologi
ini terdiri dari dua bentuk yaitu tropozoit dengan dinding tipis dan bentuk
kista yang mempunyai dinding tebal. Bentuk tropozoit (trofik) berukuran 1-4 μm,
sedangkan bentuk kista mempunyai dinding tebal dengan ukuran 5-8 μm, mengandung
4-8 inti.
Siklus hidup P. jirovecii terdiri dari 2 siklus yaitu siklus aseksual dan
seksual. Siklus aseksual melibatkan bentuk trofik (tropozoit) dan siklus
seksual melibatkan bentuk kista, akhir dari siklus adalah terbentuknya
kista-kista yang baru.
Jamur
ini dapat menginfeksi paru-paru menyebabkan pneumonia akut, subakut, bahkan
dapat berakibat fatal. Jamur ini menyerang manusia yang mempunyai imun
(kekebalan tubuh) rendah. Jamur ini dapat menginfeksi anak-anak dan bayi
prematur, terkena malnutrisi, dan yang berumur 2-5 tahun, orang yang mengikuti
terapi kortikoteroid, terapi cytotoxic, terapi immunosuppresive, orang yang
menerima trasplantasi organ yang sudah terinfeksi jamur ini, orang yang terkena
tumor, dan orang yang terserang virus HIV (AIDS).
PNP terjadi pada kasus yang mendapat terapi imunosupresi kronik atau yang mengalami gangguan sistem imun. Pada individu dengan status imun baik, tidak tampak gejala atau asimtomatik. PNP merupakan kejadian umum pada penderita AIDS di negara-negara maju. Di negara berkembang insidennya tidak diketahui dengan pasti karena data belum tersedia. Sebelum penggunaan obat-obat profilaksis, hampir 80% kasus AIDS menderita PNP.
PNP terjadi pada kasus yang mendapat terapi imunosupresi kronik atau yang mengalami gangguan sistem imun. Pada individu dengan status imun baik, tidak tampak gejala atau asimtomatik. PNP merupakan kejadian umum pada penderita AIDS di negara-negara maju. Di negara berkembang insidennya tidak diketahui dengan pasti karena data belum tersedia. Sebelum penggunaan obat-obat profilaksis, hampir 80% kasus AIDS menderita PNP.
Gejala-gejala
yang ditunjukkan bila terinfeksi jamur ini adalah melemahnya kondisi tubuh,
berat badan berkurang, demam yang kadang kadang muncul dan kadang-kadang hilang,
batuk kering (batuk yang tidak berdahak), dypsnea yang progresif (pernapasan
semakin cepat dan pendek-pendek), tachipnea, dan cyanosis. Selain itu, produksi
sputum yang terdapat darahnya, dan jamur ini dapat keluar dari paru-paru dan
menyebar ke limpa, hati maupun sumsum tulang (walaupun kemungkinannya sedikit).


Tidak ada komentar:
Posting Komentar