Minggu, 11 Mei 2014

Dung Beetles Use Poop Balls as An Air Conditioner?



Ketika tengah hari, suhu permukaan gurun sering melebihi 60°C. Untuk bergerak aktif pada waktu tersebut, hewan memerlukan tingkah laku khusus ataupun adaptasi fisiologi (Smolka et.al 2012). Scarabaeus lamarcki merupakan salah satu spesies kumbang tinja di sabana Afrika Selatan yang memanfaatkan kotoran sebagai makanan. Orang-orang Mesir kuno menganggap kumbang yang membuat kotoran (atau scarab) merupakan kumbang simbol penting dalam agama Mesir kuno.
Seperti kumbang tinja lainnya kumbang ini dikenal suka menggelindingkan bola-bola terbuat dari kotoran yang berbobot 50 kali lebih berat dibandingkan tubuhnya sendiri. Serangga ini secara rutin membuat gerakan layaknya menari di atas kotoran bola yang telah dibuat untuk membantu dalam navigasi keberadaan saingannya secepat mungkin. Kumbang-kumbang ini naik ke kotoran bola paling sering selama tengah hari. Studi sebelumnya telah menunjukkan beberapa kumbang membuat bola-bola kotoran untuk mempertahankan suhu tubuh yang tinggi serta unggul dalam kompetisi. Kini, para peneliti telah menemukan fungsi baru bola-bola kotoran tersebut.
Smolka et.al (2012) menyebutkan Scarabaeus lamarcki adalah contoh dari serangga yang memerlukan perlindungan termal untuk bergerak di tanah saat kondisi panas. Serangga ini menggunakan strategi perilaku canggih untuk mengatur suhu tubuh mereka. Kumbang kotoran dapat menggunakan bola kotoran seperti unit AC (Air Conditioner) untuk mendinginkan tubuhnya sendiri. Seiring Scarabaeus lamarcki menggelindingkan bola kotoran miliknya, kumbang ini juga memanfaatkannnya untuk mendinginkan kaki serta kepalanya.
Ketika terik matahari siang, kumbang tinja ini memanjat ke puncak bola-bola kotoran miliknya. Saat berada di atas bola kotoran miliknya, kumbang tinja seringkali melakukan gerakan seperti mengusap wajahnya yang bertujuan menyebarkan cairan ke kaki serta kepala agar menjadi lebih dingin.
Para peneliti menemukan bahwa kumbang tinja ketika kondisi permukaan tanah menjadi panas, maka kumbang naik ke bola kotoran mereka tujuh kali lebih sering daripada kondisi permukaan tanah yang dingin. Hal tersebut dibuktikan oleh Jochen Smolka yang merupakan peneliti dari Jerman dengan menguji pada spesies kumbang Afrika, yaitu Scarabaeus  lamarcki.  Smolka meletakkan silikon pada kaki-kaki S. lamarcki seperti bantalan dan membandingkannya dengan kumbang yang tidak diberi bantalan silikon. Hasilnya, kumbang yang memiliki bantalan silikon tersebut tidak terlalu sering memanjat bola kotoran miliknya. Para ilmuwan berpikir bahwa kumbang yang terdapat di atas kotoran menggunakan bola kotorannya untuk berlindung dari terik matahari dan membantu melindungi otak dari overheating. Peneliti menemukan kaki depan kumbang didinginkan dengan suhu 7°C  dapat memanjat bola kotoran rata-rata dalam waktu 10 detik. Seperti unit AC, bola kotoran yang lembab digunakan untuk pendinginan saat evaporasi (VND.red).





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ZAT DAN KARAKTERISTIKNYA

Zat adalah sesuatu yang menempati ruang dan memiliki massa. Berdasarkan wujudnya, zat dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu zat padat, cair da...