Sabtu, 15 Februari 2014

SEL DAN TRANSPOR SEL



I.       SEL
Sel merupakan unit struktural dan fungsional terkecil dari suatu organisme. Semua kegiatan fungsional kehidupan diatur oleh sel. Pendapat para ahli tentang teori-teori sel, yaitu :
1)  Robert Hooke (1665) → ditemukan ruang-ruang kosong yang dibatasi oleh lapisan pada sebuah gabus.
2)   Antonie van Leeuwenhoek (abad ke-17) → ditemukan organisme yang bergerak-gerak di air pada air rendaman jerami.
3)    Jacob Schleiden dan Theodor Schwan → menemukan teori sel yang berbunyi : “Tiap makhluk hidup terdiri dari sel.”
4)     Max Schultze → bahwa sel merupakan kesatuan fungsional.
5)      Rudolf Virchow → bahwa setiap sel berasal dari sel sebelumnya.

  Perbedaan Sel Eukariot dan Prokariot
1.      Eukariot mempunyai nukleus yang nyata karena materi inti dilingkupi oleh membran inti, sedang prokariot tidak mempunyai inti yang sebenarnya, materi inti tersebar dlm sitoplasma krn tdk mempunyai membran inti.
  1. Eukariot memiliki DNA yang lebih kompleks
  2. Eukariot memiliki kromosom lebih dari 1, sedang Prokariot hanya memiliki kromosom tunggal.
  3. Eukariot memiliki intron dan ekson, sedang Prokariot tidak memiliki intron, hanya ekson.
  4. Eukariot tidak memiliki operon, prokariot ada operon.
  5. Pada Eukariot regulasi sintesis proteinnya lebih kompleks, sedang pada Prokariot regulasi sintesis protein lebih sederhana.
Sel terbagi atas tiga komponen penyusun, antara lain :
1.      Membran Plasma
adalah bagian terluar sel yang membatasi bagian dalam sel dengan lingkungan luar. Membran ini hanya dapat dilalui oleh molekul-molekul atau ion-ion tertentu, seperti air(H2O), O2, glukosa, asam amino, gliserol, dan berbagai macam ion.
Menurut analisis, membran plasma terbagi dua, yaitu :
a.       Lapisan Lipid, terbagi atas tiga :
o   Fosfolipid, yang mengandung gugus fosfat
o   Glikolipid, yang mengandung karbohidrat
o   Kolesterol, yang mengandung alkohol terrutama kolesterol
b.      Lapisan protein, merupakan membran yang disusun atas membran glikoprotein.
Lapisan ini terbagi dua : - lapisan protein perifer
                                        - lapisan protein integral
Fungsi dari selaput plasma ini adalah menyelenggarakan transportasi zat dari sel yang satu ke sel yang lain. Khusus pada sel tumbuhan, selain mempunyai selaput plasma masih ada satu struktur lagi yang letaknya di luar selaput plasma yang disebut dinding sel.
2.      Sitoplasma
merupakan bagian cair yang mengisi ruangan antara selaput plasma dengan inti sel. Sitoplasma yang ada di dalam nukleus disebut nukleoplasma. Sitoplasma merupakan sistem koloid. Penyusun utama dari sitoplasma adalah air (90%), sedangkan yang lainnya adalah asam amino, nukleotida, asam lemak, vitamin dan ion-ion lainnya. Sitosol sama dengan matriks sitoplasma, yang fungsinya adalah tempat terjadi reaksi metabolisme, seperti glikolisis dan sintesis protein. Ditinjau dari bentuk ukuran nucleus, terbagi menjadi tiga :
§  Berinti satu(mononukleat)
§  Berinti dua(dinukleat)
§  Berinti banyak(multinukleat)
3.      Organel Sel
organel-organel tersebut adalah :
a.       Nukleus
adalah pengatur dan pengendali seluruh kegiatan yang terjadi di dalam sel. Maka dari itu nukleus adalah organel paling vital.
Inti sel terbagi atas selaput inti, nukleoplasma, dan nukleolus.
b.      Retikulum Endoplasma
Retikulum Endoplasma(RE) adalah organel yang tersusun atas jaring-jaring yang berbentuk seperti jala. RE merupakan saluran antara nukleus dan bagian luar sel.
RE terbagi dua, yaitu RE kasar dan RE halus.
Fungsi RE adalah :
-    menyintesis lemak dan kolesterol
-    detoksifikasi
-    menampung protein yang disintesis oleh ribosom untuk disalurkan ke badan golgi
c.       Ribosom
organel yang berfungsi untuk sintesis protein. Struktur ribosom hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron.
d.      Mitokondria
struktur berbentuk seperti cerutu ini mempunyai dua lapis membran. Lapisan dalamnya berlekuk-lekuk dan disebut krista. Fungsi mitokondria adalah sebagai pusat respirasi sel yang menghasilkan banyak ATP.
e.       Badan Golgi
organel ini dihubungkan dengan fungsi ekskresi sel. Organel ini banyak dijumpai pada organ tubuh yang melaksanakan fungsi ekskresi, misalnya ginjal. Letaknya diantara retikulum endoplasma dan membrane plasma.
f.       Lisosom
fungsi dari organel ini adalah sebagai penghasil dan penyimpan enzim pencernaan seluler. Selain itu lisosom bersifat fagositosit yaitu sel menelan benda asing berupa bakteri penyakit.
g.      Plastida
hanya ditemukan pada sel tumbuhan yang berupa butir-butir dan mengandung pigmen. Plastida terbagi menjadi :
§ Leukoplas (plastida warna putih)
§ Kloroplas (plastida mengandung klorofil)
§ Kromoplas (plastid dengan aneka ragam warna nonfotosintesis)
h.      Mikrotubulus
berbentuk benang silindris dan kaku. Fungsi mikrotubulus :
o Mengarahkan komponen sel
o Mempertahankan bentuk sel
o Membantu dalam pembelahan sel secara mitosis
  1. Mikrofilamen
Mikrofilamen seperti mikrotubulus, tetapi lebih lembut. Terbentuk dari komponen utamanya yaitu protein aktin dan miosin. Fungsinya pada pembelahan sel yaitu terbelahnya sel menjadi dua sel anakan karena ditarik mikrofilamen yang menghubungkan membran.
  1. Dinding Sel
Dinding sel hanya terdapat pada sel tumbuhan. Dinding sel terdiri daripada selulosa yang kuat yang dapat memberikan sokongan, perlindungan, dan untuk mengekalkan bentuk sel. Dinding sel juga berfungsi untuk menyokong tumbuhan yang tidak berkayu.



II.    TRANSPOR SEL
Salah satu fungsi dari membran sel adalah sebagai lalu lintas molekul dan ion secara dua arah. Molekul yang dapat melewati membran sel antara lain ialah molekul hidrofobik (CO2, O2), dan molekul polar yang sangat kecil (air, etanol). Sementara itu, molekul lainnya seperti molekul polar dengan ukuran besar (glukosa), ion, dan substansi hidrofilik membutuhkan mekanisme khusus agar dapat masuk ke dalam sel.
Banyaknya molekul yang masuk dan keluar membran menyebabkan terciptanya lalu lintas membran. Lalu lintas membran digolongkan menjadi dua cara, yaitu dengan transpor pasif untuk molekul-molekul yang mampu melalui membran tanpa mekanisme khusus dan transpor aktif untuk molekul yang membutuhkan mekanisme khusus.
Transpor sel terbagi atas dua, yaitu :
1.      Transpor Pasif
Transpor pasif adalah yang tidak membutuhkan energi dalam system transportasinya.
Transpor pasif terbagi atas :
1)      Difusi
Difusi adalah perpindahan molekul zat terlarut dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kecepatan proses difusi, yaitu :       
                                                        i.      Ukuran partikel, semakin kecil bentuk partikel maka proses difusi akan semakin cepat.
                                                      ii.      Ketebalan membran, semakin tebal lapisan membran maka proses difusi akan semakin lambat.
                                                    iii.      Suhu, semakin tinggi suhu suatu partikel maka proses difusi akan semakin cepat.
                                                    iv.      Luas suatu area, semakin luas area difusi maka proses difusi akan semakin cepat.
Contoh difusi adalah menyebarnya molekul gula pada cairan teh yang tawar.
2)      Difusi Terfasilitasi
Adalah transpor atau perpindahan molekul zat terlarut dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah dengan bantuan protein carrier atau protein pembawa.
Contohnya adalah proses pengangkutan glukosa dari lumen usus ke dalam pembuluh darah usus halus.
3)      Osmosis
Adalah perpindahan molekul zat terlarut dari konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi.

2.      Transpor Aktif
Transport aktif adalah transportasi yang membutuhkan energi. Transpor ada beberapa macam, yaitu:
1)      Pompa Kalium-Natrium(K/Na)
Ion kalium penting untuk mempertahankan muatan listrik yang berfungsi untuk memacu transpor aktif zat zat lain. Mekanisme transport ini yaitu mula-mula substansi pembawa membuka pada sisi luarnya. Kemudian zat yang akan diangkut masuk ke substansi pembawa. Lalu, sisi luar substansi pembawa menutup, sedangkan sisi dalamnya membuka sehingga zat yang akan melewati membrane bergeser ke sisi yang llebih dalam, dan selanjutnya masuk ke dalam sitoplasma. Dan terakhir, sisi luar membuka lagi dan sisi dalam menutup.

2)      Endositosis
Adalah proses pemasukan partikel atau cairan ke dalam sel melalui membran. Endositosis terjadi karena ada transfer larutan atau partikel ke dalam sel. Peristiwa endositosis dibedakan menjadi dua, yaitu :
a.       Pinositosis
Proses dimana suatu sel memakan zat cair yang berukuran <150 nm. Caranya, sel akan mengelilingi cairan yang akan dimakan lalu membentuk sebuah gelembung dan disimpan dalam suatu vakuola.
Contoh : sel epitel usus, makrofag hati, dan lain-lain.
b.      Fagositosis
Proses dimana membran plasma membungkus partikel yang berukuran <250 nm yang berada di luar sel dan menangkapnya dalam suatu vakuola makanan.
Contoh : sel amoeba yang memakan bakteri.

3)      Eksositosis
Adalah proses keluarnya suatu zat ke luar sel yang tidak diperlukan di dalam sel melalui membrane. Caranya zat akan di masukkan ke dalam vakuola lalu berjalan menuju tepi sel. Lalu, setelah berada di tepi membran itu akan membuka dan zat zat tersebut akan keluar dari sel.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ZAT DAN KARAKTERISTIKNYA

Zat adalah sesuatu yang menempati ruang dan memiliki massa. Berdasarkan wujudnya, zat dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu zat padat, cair da...