DASAR TEORI
Darah
merupakan suatu suspensi berwarna merah yang terdapat didalam pembuluh darah.
Warna merah ini dapat berubah-ubah tergantung kadar oksigen dan kadar
karbondioksida yang tergantung didalamnya. Volume darah setiap makluk hidup
(hewan dan manusia) berbeda-beda (Syamsuri,
2004).
Penggolongan darah pada manusia bersifat herediter
yang ditentukan oleh alel ganda. Golongan darah seseorang dapat mempunyai arti
yang penting dalam kehidupan. Sistem penggolongan yang umum dikenal dalam
sistem ABO. Pada tahun 1900 dan 1901 Landstainer menemukan bahwa
penggumpalan darah (aglutinasi) kadang-kadang terjadi apabila eritrosit
seseorang dicampur dengan serum darah orang lain. Pada orang lain lagi,
campuran tersebut tidak mengakibatkan penggumpalan darah. Berdasarkan hal
tersebut Landstainer membagi golongan darah manusia menjadi 4 golongan, yaitu:
A, B, AB, dan O. Dalam hal ini di dalam eritrosit terdapat antigen dan
aglutinogen, sedangkan dalam serumnya terkandung zat anti yang disebut sebagai
antibodi atau aglutinin. Dikenal 2 macam antigen yaitu α dan β, sedangkan zat
antinya dibedakan sebagai anti A dan anti B. Antigen dan antibodi yang
dikandung oleh darah seseorang dengan golongan darah tertentu adalah sebagai
berikut:
Tabel 1. Antigen dan
Antibodi yang dikandung oleh darah seseorang
Golongan
|
Antigen
|
Zat anti
|
A
|
α
|
B
|
B
|
β
|
A
|
AB
|
-
|
A + B
|
O
|
α maupun β
|
-
|
Bila antigen α bertemu dengan anti A dalam darah seseorang maka akan
terjadi penggumpalan darah dan dapat menyebabkan kematian. Berdasarkan hal ini golongan darah penting sekali untuk diperhatikan,
terutama dalam transfusi darah. Untuk menghindari jangan sampai terjadi
penggumpalan, maka sebelum dilakukan transfusi darah, baik darah si pemberi
(donor) maupun si penerima (resipien) harus diperiksa atau diketahui terlebih
dahulu golongan darahnya (Kimball, 1990).
Menurut
Campbell (2003), proses penggumpalan darah dimulai ketika endothelium pembuluh
MisaK akibat adanya luka dan jaringan ikat pada dinding terpapar ke darah.
Trombosit menempel ke wa'. Kolagen dalam jaringan ikat tersebut dan
mengeluarkan fibrinogen yang membuat trombosit riaur-a berdekatan dan menjadi
lengket, Trombosit selanjutnya membentuk sumbat yang memberikan reriindungan
darurat sehingga tidak terjadi kehilangan darah. Penutupan ini diperkuat oleh
gumpalan.
Koagulasi darah adalah transformasi darah dari sifat
solution menjadi bentuk gel. Bentukan suatu bekuan di sumbat trombosit akan
memperkuat dan menunjang sumbatan tersebut dapat menutupi lubang di pembuluh.
Koagulasi merupakan mekanisme homeostatik yang difungsikan dalam proses
koagulasi darah. Reaksi dasar koagulasi darah adalah perubahan protein plasma
yang larut (fibrinogen) dari fibrin yang bersifat tidak larut. Proses tersebut
memerlukan pengeluaran 2 pasang peptide 4c dari setiap molekul fibrinogen.
Bagian yang tersisa (fibrin monomer) kemudian akan berpolimerasi rerga-, fibrin
monomer lainnya membentuk fibrin (Guyton, 1989).
Penggumpalan darah
terjadi karena fibrinogen (protein yang larut dalam plasma) diubah menjadi
fibrin yang berupa jaring-jaring. Perubahan tersebut disebabkan oleh trombin yang terdapat dalam darah
sebagai pritrombin. Pembentukan trombin dari protrombin tergantung pada adanya
tromboplastin dan ion Ca2+ (Poejadi, 1994).
Sistem transportasi darah
ialah proses pengedaran berbagai zat yang diperlukan keseluruh tubuh dan
pengambilan zat-zat yang tidak diperlukan untuk dikeluarkan daritubuh. Alat
transportasi pada manusia terutama adalah darah. Di dalam tubuh darah beredar dengan bantuan alat peredaran darah yaitu
jantung dan pembuluh darah.Pada hewan alat transpornya adalah cairan tubuh, dan
pada hewan tingkattinggi alat transportasinya adalah darah dan
bagian-bagiannya. Alat peredaran darah adalah
jantung dan pembuluh darah (Fried dan Hademenos, 2005).
Sistem peredaran darah katak berupa sistem peredaran
darah tertutup dan peredaran darah ganda. Pada sistem peredaran darah ganda,
darah melalui jantung dua kali dalam satu kali peredaran. Pertama, darah dari
jantung menuju ke paru-paru kemudian kembali ke jantung. Kedua, darah dari
seluruh tubuh menuju ke jantung dan diedarkan kembali ke seluruh tubuh. Jantung
katak terdiri dari tiga ruang, yaitu dua atrium (atrium kanan dan atrium kiri)
dan sebuah ventrikel. Di antara atrium dan ventrikel terdapat klep yang
mencegah agar darah di ventrikel tidak mengalir kembali ke atrium (Djuhanda, 1982).
Pada katak peredaran darahnya cukup unik. Katak
mempunyai 3 ruang jantung, yaitu: atrium kiri, atrium kanan, dan ventrikel.
Darah vena dari seluruh tubuh mengalir masuk ke sinus venosus dan kemudian
mengalir menuju ke atrium kanan. Dari atrium kanan darah mengalir ke ventrikel
yang kemudian di pompa keluar melalui arteri pulmonalis → paru-paru → vena
pulmonalis → atrium kiri. Lintasan peredaran darah ini disebut juga peredaran
darah paru-paru. Selain peredaran darah paru-paru, katak juga mempunyai sistem
peredaran darah sistemik yang peredarannya adalah dimulai dari ventrikel →
conus arteriosus → aorta ventralis seluruh tubuh → sinus venosus → atrium kanan
(Fried dan
Hademenos 2005).
TUJUAN
- Membedakan macam-macam pembuluh darah pada ekor kecebong
·
Mempelajari dan
memahami golongan darah dan reaksi aglutinasi
·
Mempelajari dan
memahami waktu koagulasi darah serta dapat membuktikan adanya benang fibrin
yang berperan saat koagulasi darah
v Pembahasan
Pada praktikum kali ini terdiri dari 3 kegiatan, yang
pertama adalah membedakan macam-macam
pembuluh darah pada ekor kecebong, mempelajari
golongan darah dan reaksi aglutinasi,
mempelajari waktu koagulasi darah serta dapat
membuktikan adanya benang fibrin yang berperan saat koagulasi darah.
I. Aliran Darah pada Ekor Kecebong :
Pengamatan
aliran darah pada ekor kecebong ini dapat dilihat bagaimana perbedaan antara pembuluh arteri dan vena. Saat
diamati dibawah mikroskop, dapat dilihat bahwa pembuluh arteri memiliki dinding yang tebal,
diameter pembuluh (lumen)
yang besar juga elastis
dan kecepatan aliran darahnya cepat. Sedangkan
pembuluh vena memiliki dinding yang lebih tipis
dibanding dinding arteri, memiliki diameter pembuluh yang lebih kecil dibanding
arteri dan kecepatan aliran darahnya juga lebih lambat dibanding arteri.
Perbedaan
antara arteri dan vena ini dikarenakan fungsinya yang berbeda. Hal ini terlihat dari pengamatan kami bahwa arteri
berperan dalam mengedarkan
darah keseluruh tubuh dan aliran
darahnya keluar meninggalkan jantung. Sedangkan vena berfungsi membawa
darah kembali ke jantung dan aliran
darahnya menuju ke jantung.
Menurut
Wulangi (1993), arteri memiliki
tekanan yang besar sehingga memungkinkan darah mengalir hingga kapiler. Pada
pengamatan dilakukan, terlihat pembuluh darah yang memiliki kecepatan yang
lebih tinggi dan kami
menyimpulkan itu adalah arteri. Terlihat juga pembuluh yang terdapat darah
mengalir dengan kecepatan rendah (namun tetap lebih cepat dari pada aliran pada
pembuluh kapiler), pembuluh tersebut adalah vena yang memiliki tekanan yang
lebih kecil dibandingkan arteri. Sedangkan pembuluh kapiler adalah pembuluh
kecil yang menghubungkan antara arteri dan vena dan memiliki kecepatan paling
rendah.
Sistem
peredaran darah katak berupa sistem peredaran darah tertutup dan peredaran
darah ganda. Pada sistem peredaran darah ganda, darah melalui jantung dua kali
dalam satu kali peredaran. Pertama, darah dari jantung menuju ke paru-paru
kemudian kembali ke jantung. Kedua, darah dari seluruh tubuh menuju ke jantung
dan diedarkan kembali ke seluruh tubuh.
Kecebong
mempunyai peredaran darah yang menyerupai peredaran darah ikan, namun setelah
mengalami metamorfosis menjadi katak, sistem transportasinya akan mengalami
perubahan yang sesuai dengan kehidupan di lingkungan darat.
.II. Penetapan
Golongan Darah
:
Dari hasil yang kami praktikum ini didapatkan bahwa
golongan darah yang diperoleh adalah golongan darah O yang ditandai setelah ditetesi serum
anti A dan B maka darahnya tidak akan menggumpal. Artinya, seorang yang
bergolongan darah O memiliki sel darah tanpa antigen tapi memproduksi antibodi
terhadap antigen a dan b.
Antigen adalah sebuah zat yang menstimulasi tanggapan
imun, terutama dalam produksi antibodi. Antingen biasanya berupa protein atau
polisakarida, tetapi dapat juga berupa molekul lainnya, termasuk molekul kecil
dipasangkan dengan protein pembawa. Anti gen ini dibagi menjadi anti gen A dan
anti gen B. dimana anti gen A hanya terdapat dan dihasilkan pada seseorang
bergolongan darah A dan O, sedangkan anti gen B hanya terdapat pada seseorang
bergolongan darah B dan O.
Untuk
menentukan darah seseorang itu digunakan serum, yaitu serum dibuat dari serum
orang yang sebelumnya. Telah disuntik dengan”blood group spesifik subtans”
menurut golongan darahnya masing-masing dan mengandung natrium oksida 0,1%
sebagai pengawet.
Pengaruh pemberian serum anti-A dan
serum anti-B
o Jika serum anti-A menyebabkan aglutinasi pada tetes
darah,maka individu tersebut
memiliki aglutinogen tipe A ( golongan darah A )
o Jika serum anti-B menyebabkan aglutinasi, individu
tersebut memiliki aglutinogen tipe B (
golongan darah B )
o Jika kedua serum anti-A dan anti-B menyebabkan
aglutinasi induvidu tersebut memiliki
aglutinogen tipe A dan tipe B ( golongan darah AB )
o Jika kedua serum anti-A dan anti-B tidak mengakibatkan
aglutinasi,maka individu tersebut tidak
memiliki aglutinogen ( golongan darah O )
Berdasarkan hal ini, golongan darah penting sekali
untuk diperhatikan, terutama dalam transfusi darah. Golongan darah seseorang
harus diperiksa terlebih dahulu sebelum melakukan transfusi darah baik darah si
pemberi (donor) maupun si penerima (resepien) untuk menghindari terjadinya
penggumpalan atau aglutinasi.
II.Penetapan
Waktu Koagulasi Darah
Dari hasil yang kami praktikum ini didapatkan bahwa waktu
koagulasi darah yang diperoleh yaitu 04’39” atau 4 menit 39 detik.
Menurut Frandson (1992), Gumpalan darah normal akan
mengkerlit menjadi sekitar 40% dari volume semula dalam waktu 24 jam. Dari
hasil pengamatan, data koagulasi masih berada dalama kisaran normal, yaitu 4
menit 39 detik.
Koagulasi adalah proses koagulasi darah, yaitu
transformasi darah dari sifat solution menjadi bentuk gel. Proses koagulasi
darah dipengaruhi oleh beberapa faktor intrinsik ( misalnya fibrinogen,
protrombin, proconvertin) dan faktor ekstrinsik darah (misalnya tromboplastin
jaringan, tromboplastin pembuluh, luka, permukaan kasar atau halus, suhu
lingkungan, pengenceran, dan bahan anti koagulasi).
Mekanisme pembekuan darah yaitu ketika luka
mulai mengeluarkan darah pada tubuh kita, maka trombosit akan tersangkut bagian
yang kasar karena luka itu. Kemudian
trombositt
pecah mengeluarkan enzim trombokinase/tromboplastin. Enzim segera bergabung
dengan kalsium, vitamin K dan protrombin protein darah yang ada di plasma
darah. Komponen-komponen tersebut lalu terjadi reaksi kimia
yang akhirnya membentuk jalinan benang-benang yang dihasilkan membentuk lapisan
pelindung. Lapisan
sel-sel paling atas akhirnya mati, menumpuk, sehingga membentuk keropeng. Di bawah keropeng ini, atau lapisan pelindung, sel-sel
baru sedang terbentuk. Ketika
sel-sel yang rusak telah selesai diperbarui, keropeng tersebut akan mengelupas.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil dan pembahasan di
atas dapat disimpulkan bahwa :
·
Aliran darah pada kecebong pada pembuluh darah arteri dari kepala menuju ekor, atau dari jantung
keseluruh tubuh. Sedangkan pada pembuluh darah vena dari ekor menuju kepala atau dari
tubuh menuju jantung.
·
Pada pembuluh darah arteri memiliki dinding yang tebal
dan kuat,sehingga memiliki diameter kecil. Sedangkan pada pembuluh darah vena memiliki dinding yang
tipis dan tidak elastik sehingga memiliki diameter yang besar. Pada pembuluh darah arteri aliran darah lebih cepat jika dibandingkan pada pembuluh darah vena.
·
Golongan darah
tergantung pada tipe aglutinogen dan aglutinin yang terkandung dalam darah.
·
Golongan darah dapat
ditentukan dengan melihat penggumpalan yang terjadi pada serum A atau serum B
·
Golongan
darah O adalah jenis golongan darah mengandung aglutinin A dan B tidak terdapat
aglutinogen.
·
Dari
hasil pengamatan, data koagulasi masih berada dalama kisaran normal, yaitu 4
menit 39 detik.
·
Lama waktu pembekuan
darah ditentukan oleh lamanya trombosit membentuk benang
fibrin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar