Selasa, 25 Februari 2014

ALIRAN DARAH PADA EKOR KECEBONG PENETAPAN GOLONGAN DARAH PENETAPAN WAKTU KOAGULASI DARAH


DASAR TEORI
Darah merupakan suatu suspensi berwarna merah yang terdapat didalam pembuluh darah. Warna merah ini dapat berubah-ubah tergantung kadar oksigen dan kadar karbondioksida yang tergantung didalamnya. Volume darah setiap makluk hidup (hewan dan manusia) berbeda-beda (Syamsuri, 2004).
Penggolongan darah pada manusia bersifat herediter yang ditentukan oleh alel ganda. Golongan darah seseorang dapat mempunyai arti yang penting dalam kehidupan. Sistem penggolongan yang umum dikenal dalam sistem ABO. Pada tahun 1900 dan 1901 Landstainer menemukan bahwa penggumpalan darah (aglutinasi) kadang-kadang terjadi apabila eritrosit seseorang dicampur dengan serum darah orang lain. Pada orang lain lagi, campuran tersebut tidak mengakibatkan penggumpalan darah. Berdasarkan hal tersebut Landstainer membagi golongan darah manusia menjadi 4 golongan, yaitu: A, B, AB, dan O. Dalam hal ini di dalam eritrosit terdapat antigen dan aglutinogen, sedangkan dalam serumnya terkandung zat anti yang disebut sebagai antibodi atau aglutinin. Dikenal 2 macam antigen yaitu α dan β, sedangkan zat antinya dibedakan sebagai anti A dan anti B. Antigen dan antibodi yang dikandung oleh darah seseorang dengan golongan darah tertentu adalah sebagai berikut:
Tabel 1. Antigen dan Antibodi yang dikandung oleh darah seseorang
Golongan
Antigen
Zat anti
A
α
B
B
β
A
AB
-
A + B
O
α maupun β
-
Bila antigen α bertemu dengan anti A dalam darah seseorang maka akan terjadi penggumpalan darah dan dapat menyebabkan kematian. Berdasarkan hal ini golongan darah penting sekali untuk diperhatikan, terutama dalam transfusi darah. Untuk menghindari jangan sampai terjadi penggumpalan, maka sebelum dilakukan transfusi darah, baik darah si pemberi (donor) maupun si penerima (resipien) harus diperiksa atau diketahui terlebih dahulu golongan darahnya (Kimball, 1990).
Menurut Campbell (2003), proses penggumpalan darah dimulai ketika endothelium pembuluh MisaK akibat adanya luka dan jaringan ikat pada dinding terpapar ke darah. Trombosit menempel ke wa'. Kolagen dalam jaringan ikat tersebut dan mengeluarkan fibrinogen yang membuat trombosit riaur-a berdekatan dan menjadi lengket, Trombosit selanjutnya membentuk sumbat yang memberikan reriindungan darurat sehingga tidak terjadi kehilangan darah. Penutupan ini diperkuat oleh gumpalan.
Koagulasi darah adalah transformasi darah dari sifat solution menjadi bentuk gel. Bentukan suatu bekuan di sumbat trombosit akan memperkuat dan menunjang sumbatan tersebut dapat menutupi lubang di pembuluh. Koagulasi merupakan mekanisme homeostatik yang difungsikan dalam proses koagulasi darah. Reaksi dasar koagulasi darah adalah perubahan protein plasma yang larut (fibrinogen) dari fibrin yang bersifat tidak larut. Proses tersebut memerlukan pengeluaran 2 pasang peptide 4c dari setiap molekul fibrinogen. Bagian yang tersisa (fibrin monomer) kemudian akan berpolimerasi rerga-, fibrin monomer lainnya membentuk fibrin (Guyton, 1989).
Penggumpalan darah terjadi karena fibrinogen (protein yang larut dalam plasma) diubah menjadi fibrin yang berupa jaring-jaring. Perubahan tersebut disebabkan oleh trombin yang terdapat dalam darah sebagai pritrombin. Pembentukan trombin dari protrombin tergantung pada adanya tromboplastin dan ion Ca2+ (Poejadi, 1994).
Sistem transportasi darah ialah proses pengedaran berbagai zat yang diperlukan keseluruh tubuh dan pengambilan zat-zat yang tidak diperlukan untuk dikeluarkan daritubuh. Alat transportasi pada manusia terutama adalah darah. Di dalam tubuh darah beredar dengan bantuan alat peredaran darah yaitu jantung dan pembuluh darah.Pada hewan alat transpornya adalah cairan tubuh, dan pada hewan tingkattinggi alat transportasinya adalah darah dan bagian-bagiannya. Alat peredaran darah adalah jantung dan pembuluh darah (Fried dan Hademenos, 2005).
Sistem peredaran darah katak berupa sistem peredaran darah tertutup dan peredaran darah ganda. Pada sistem peredaran darah ganda, darah melalui jantung dua kali dalam satu kali peredaran. Pertama, darah dari jantung menuju ke paru-paru kemudian kembali ke jantung. Kedua, darah dari seluruh tubuh menuju ke jantung dan diedarkan kembali ke seluruh tubuh. Jantung katak terdiri dari tiga ruang, yaitu dua atrium (atrium kanan dan atrium kiri) dan sebuah ventrikel. Di antara atrium dan ventrikel terdapat klep yang mencegah agar darah di ventrikel tidak mengalir kembali ke atrium (Djuhanda, 1982).
Pada katak peredaran darahnya cukup unik. Katak mempunyai 3 ruang jantung, yaitu: atrium kiri, atrium kanan, dan ventrikel. Darah vena dari seluruh tubuh mengalir masuk ke sinus venosus dan kemudian mengalir menuju ke atrium kanan. Dari atrium kanan darah mengalir ke ventrikel yang kemudian di pompa keluar melalui arteri pulmonalis → paru-paru → vena pulmonalis → atrium kiri. Lintasan peredaran darah ini disebut juga peredaran darah paru-paru. Selain peredaran darah paru-paru, katak juga mempunyai sistem peredaran darah sistemik yang peredarannya adalah dimulai dari ventrikel → conus arteriosus → aorta ventralis seluruh tubuh → sinus venosus → atrium kanan (Fried dan Hademenos 2005).

TUJUAN
  • Membedakan macam-macam pembuluh darah pada ekor kecebong
·         Mempelajari dan memahami golongan darah dan reaksi aglutinasi
·         Mempelajari dan memahami waktu koagulasi darah serta dapat membuktikan adanya benang fibrin yang berperan saat koagulasi darah
v Pembahasan
                Pada praktikum kali ini terdiri dari 3 kegiatan, yang pertama adalah membedakan macam-macam pembuluh darah pada ekor kecebong, mempelajari golongan darah dan reaksi aglutinasi, mempelajari waktu koagulasi darah serta dapat membuktikan adanya benang fibrin yang berperan saat koagulasi darah.
I. Aliran Darah pada Ekor Kecebong :
Pengamatan aliran darah pada ekor kecebong ini dapat dilihat bagaimana perbedaan antara pembuluh arteri dan vena. Saat diamati dibawah mikroskop, dapat dilihat bahwa pembuluh arteri memiliki dinding yang tebal, diameter pembuluh (lumen) yang besar juga elastis dan kecepatan aliran darahnya cepat. Sedangkan pembuluh vena memiliki dinding yang lebih tipis dibanding dinding arteri, memiliki diameter pembuluh yang lebih kecil dibanding arteri dan kecepatan aliran darahnya juga lebih lambat dibanding arteri.
Perbedaan antara arteri dan vena ini dikarenakan fungsinya yang berbeda. Hal ini terlihat dari pengamatan kami bahwa arteri berperan dalam mengedarkan darah keseluruh tubuh dan aliran darahnya keluar meninggalkan jantung. Sedangkan vena berfungsi membawa darah kembali ke jantung dan aliran darahnya menuju ke jantung.
Menurut Wulangi (1993), arteri memiliki tekanan yang besar sehingga memungkinkan darah mengalir hingga kapiler. Pada pengamatan dilakukan, terlihat pembuluh darah yang memiliki kecepatan yang lebih tinggi dan kami menyimpulkan itu adalah arteri. Terlihat juga pembuluh yang terdapat darah mengalir dengan kecepatan rendah (namun tetap lebih cepat dari pada aliran pada pembuluh kapiler), pembuluh tersebut adalah vena yang memiliki tekanan yang lebih kecil dibandingkan arteri. Sedangkan pembuluh kapiler adalah pembuluh kecil yang menghubungkan antara arteri dan vena dan memiliki kecepatan paling rendah.
Sistem peredaran darah katak berupa sistem peredaran darah tertutup dan peredaran darah ganda. Pada sistem peredaran darah ganda, darah melalui jantung dua kali dalam satu kali peredaran. Pertama, darah dari jantung menuju ke paru-paru kemudian kembali ke jantung. Kedua, darah dari seluruh tubuh menuju ke jantung dan diedarkan kembali ke seluruh tubuh.
Kecebong mempunyai peredaran darah yang menyerupai peredaran darah ikan, namun setelah mengalami metamorfosis menjadi katak, sistem transportasinya akan mengalami perubahan yang sesuai dengan kehidupan di lingkungan darat.

.II. Penetapan Golongan Darah :
Dari hasil yang kami praktikum ini didapatkan bahwa golongan darah yang diperoleh adalah golongan darah O yang ditandai setelah ditetesi serum anti A dan B maka darahnya tidak akan menggumpal. Artinya, seorang yang bergolongan darah O memiliki sel darah tanpa antigen tapi memproduksi antibodi terhadap antigen a dan b.
Antigen adalah sebuah zat yang menstimulasi tanggapan imun, terutama dalam produksi antibodi. Antingen biasanya berupa protein atau polisakarida, tetapi dapat juga berupa molekul lainnya, termasuk molekul kecil dipasangkan dengan protein pembawa. Anti gen ini dibagi menjadi anti gen A dan anti gen B. dimana anti gen A hanya terdapat dan dihasilkan pada seseorang bergolongan darah A dan O, sedangkan anti gen B hanya terdapat pada seseorang bergolongan darah B dan O.
Untuk menentukan darah seseorang itu digunakan serum, yaitu serum dibuat dari serum orang yang sebelumnya. Telah disuntik dengan”blood group spesifik subtans” menurut golongan darahnya masing-masing dan mengandung natrium oksida 0,1% sebagai pengawet.
Pengaruh pemberian serum anti-A dan serum anti-B
o  Jika serum anti-A menyebabkan aglutinasi pada tetes darah,maka individu tersebut memiliki aglutinogen tipe A ( golongan darah A )
o  Jika serum anti-B menyebabkan aglutinasi, individu tersebut memiliki aglutinogen tipe B ( golongan darah B )
o  Jika kedua serum anti-A dan anti-B menyebabkan aglutinasi induvidu tersebut memiliki aglutinogen tipe A dan tipe B ( golongan darah AB )
o  Jika kedua serum anti-A dan anti-B tidak mengakibatkan aglutinasi,maka individu tersebut tidak memiliki aglutinogen ( golongan darah O )

Berdasarkan hal ini, golongan darah penting sekali untuk diperhatikan, terutama dalam transfusi darah. Golongan darah seseorang harus diperiksa terlebih dahulu sebelum melakukan transfusi darah baik darah si pemberi (donor) maupun si penerima (resepien) untuk menghindari terjadinya penggumpalan atau aglutinasi.

II.Penetapan Waktu Koagulasi Darah
Dari hasil yang kami praktikum ini didapatkan bahwa waktu koagulasi darah yang diperoleh yaitu 04’39” atau 4 menit 39 detik.
Menurut Frandson (1992), Gumpalan darah normal akan mengkerlit menjadi sekitar 40% dari volume semula dalam waktu 24 jam. Dari hasil pengamatan, data koagulasi masih berada dalama kisaran normal, yaitu 4 menit 39 detik.
Koagulasi adalah proses koagulasi darah, yaitu transformasi darah dari sifat solution menjadi bentuk gel. Proses koagulasi darah dipengaruhi oleh beberapa faktor intrinsik ( misalnya fibrinogen, protrombin, proconvertin) dan faktor ekstrinsik darah (misalnya tromboplastin jaringan, tromboplastin pembuluh, luka, permukaan kasar atau halus, suhu lingkungan, pengenceran, dan bahan anti koagulasi).
Mekanisme pembekuan darah yaitu ketika luka mulai mengeluarkan darah pada tubuh kita, maka trombosit akan tersangkut bagian yang kasar karena luka itu. Kemudian trombositt pecah mengeluarkan enzim trombokinase/tromboplastin. Enzim segera bergabung dengan kalsium, vitamin K dan protrombin protein darah yang ada di plasma darah. Komponen-komponen tersebut lalu terjadi reaksi kimia yang akhirnya membentuk jalinan benang-benang yang dihasilkan membentuk lapisan pelindung. Lapisan sel-sel paling atas akhirnya mati, menumpuk, sehingga membentuk keropeng. Di bawah keropeng ini, atau lapisan pelindung, sel-sel baru sedang terbentuk. Ketika sel-sel yang rusak telah selesai diperbarui, keropeng tersebut akan mengelupas.

KESIMPULAN
Berdasarkan hasil dan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa :

·           Aliran darah pada kecebong pada pembuluh darah arteri dari kepala menuju ekor, atau dari jantung keseluruh tubuh. Sedangkan pada pembuluh darah vena dari ekor menuju kepala atau dari tubuh menuju jantung.
·           Pada pembuluh darah arteri memiliki dinding yang tebal dan kuat,sehingga memiliki diameter kecil. Sedangkan pada pembuluh darah vena memiliki dinding yang tipis dan tidak elastik sehingga memiliki diameter yang besar. Pada pembuluh darah arteri aliran darah lebih cepat jika dibandingkan pada pembuluh darah vena.
·           Golongan darah tergantung pada tipe aglutinogen dan aglutinin yang terkandung dalam darah.
·           Golongan darah dapat ditentukan dengan melihat penggumpalan yang terjadi pada serum A atau serum B
·           Golongan darah O adalah jenis golongan darah mengandung aglutinin A dan B tidak terdapat aglutinogen.
·           Dari hasil pengamatan, data koagulasi masih berada dalama kisaran normal, yaitu 4 menit 39 detik.
·           Lama waktu pembekuan darah ditentukan oleh lamanya trombosit membentuk benang fibrin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ZAT DAN KARAKTERISTIKNYA

Zat adalah sesuatu yang menempati ruang dan memiliki massa. Berdasarkan wujudnya, zat dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu zat padat, cair da...